"Q suka laut, sebab laut m'lambangkan sikap seorang petualang, Q suka jga pegunungan, krn disitulah rasa sejuk, damai, tenang. Q merasa damai jika berada di pegunungan, namun dibalik ketenangan dan kelembutan'y terselip keangkeran n ketegaran"
Minggu, 20 Maret 2011
WANITA-WANITA YANG DIKISAHKAN DALAM AL-QUR'AN
Ada setumpuk pelajaran (ibro) yang dapat diambil dari Al-Qur’an, ada yang bnaik dan ada pula yang buruk. Semua ini mesti diambil hikmahnya, hingga kita mengerti mana jalan yang seharusnya ditempuh.
1. ‘A’ISYAH
Puteri dari Abu Bakan dengan Ummu Ruman. Dinikahi Rasulullah sebelum hijrah atas usuk Khaulah binti Hakim, dan berkumpul dengan beliau setelah hijrah. Difitnah oleh munafiqin (Abdullah bin Ubay bin Salul dkk) berbuat serog dengan Shafwan, ketika tertinggal rombongan dalam perang Bani Musthaliq. Kaum musliminpun ada yang terpancing. Sehingga turun ayat yang membersihkan dirinya. Ummul mu’minin yang paling dicintai Rasulullah setelah Khadijjah dan paling luas ilmunya dan kuat ingatannya, mengerti obat-obatan dan bahasa.
2. ASIYAH, ISTERI FIR’AUN
Wanita yang eriman pada Allah, dan berlepas diri dari kekufuran Fir’aun suaminya. Wanita yang teguh mempertahankan iman walaupun disiksa dengan diikat pada empat tiangg dan dicemeti, hingga menemui syahidnya.
3. BALQIS, RATU SABA’
Atas berita dari burung Hud-hud tentang adanya negeri Saba’, Sulaiman as menulis surat kepada Ratu Balqis, agar dia dan kaumnya –penyembah matahari- menundukkan diri. Setelah bermusyawarah dengan kaumnya, Balqis mengirim utusan yang membawa hadiah-hadiah mewah bagi Nabi Sulaiman untuk menguji apakah Sulaiman as, seorang raja biasa atau seorang Nabi. Akhirnya Ratu Balqis dan kaumnya secara sukarela tunduk kepada risalah Allah yang dibawa Sulaiman as, setelah menyaksikan kebijaksanaan dan kebesarannya. Ratu Balqis lalu menjadi isteri Nabi Sulaiman as.
4. HAWA, IBUNDA UMMAT MANUSIA
Diciptakan Allah dari tulanng rusuk kiri Adam as, yang disebut Al-Qushairi. Atas bujukan Iblis, lebih dahulu memakan buah Kuldi yang dilarang Allah daripada Adam as.
5. ISTERI NABI NUH AS
Walaupun menjadi isteri seorang Nabi, namun isteri Nuh as, tidak mau beriman pada risalah yang diemban suaminya. Bahkan bersekomngkol dengan Kan’an –anaknya- dan kaumnya untuk menggagalkan dak-wah Nuh as, dengan ejekan-ejekan menyakitkan. Ketika ‘adzab Allah berupa air bah datang, isteri Nuh as dan anaknya –Kan’an- menolak untuk manaiki bahtera, bahkan dengan sombong berkata bahwa mereka akan ke atas gunung untuk menghindari air bah tersebut. Hingga akhirnya tenggelamlah mereka.
6. KABISYAH BINTI MA’AN
Dia isteri Ashim bin Al-Aslat. Memelihara anak tirinya, yang ditinggal mati oleh ibunya. Ketika Ashim meninggal, keluarga mertuanya menyuruhnya keluar tanpa hak memiliki sedikitpun warisan suaminya. Dia masuk islam dan dilindungi oleh Rasulullah sesuai peintah Allah SWT.
7. KHAULAH BINTI TSA’LABAH
Khaulah yang bersuamikan Aus bin Shamit –seorang lelaki tua miskin dan kasar perangainya-, sangat sabat menanggung beban hidupnya. Sampai suatu ketika –karena tidak ada makanan di rumah- Aus mendzihar, mengadukan bahwa Khaulah seperti punggung ibunya. Setelah mengadukan hal ini pada Rasulullah, turunlah ketetapan Allah bahwa perceraian jahiliyah itu tidak sah dan suami harus memerdekakan hamba, atau puasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin, sebelum dia sentuh isterinya. Khaulah pula wanita yang berani menasehati Umar bin Khattab pada saat menjadi Khalifah, dan didengar dengan baik oleh Umar nasehatnya.
8. MAIMUNAH BINTI AL-HARITS
Saudara dari Ummu Fadhl (isteri ‘Abbas, paman Rasulullah) dan Asma’ binti Umais (isteri Ja’far bin Abi Thalib), janda dari Abu Rahm Al-Amri. Menikah dengan Rasulullah di Makkah saat Rasulullah dan muslimin melakukan Umrah Qadha (1 tahun setelah perjanjian Hudaibiyah) dengan mahar 400 dirham. Walimah diadakan di Saraf dan nama beliau diganti oleh Rasulullah dari Barrah menjadi Maimunah. Dimakamkan di Qubbah (suatu daerah di Saraf), tempatnya berpengantin dengan Rasulullah.
9. MARIYAH AL-QIBTIYAH
Hadiah dari Al-Muqauqis –raja Mesir – kepada Rasulullah, sebagai balasan dari surat beliau yang dibawa oleh Khatib bin Abi Balta’ah ra. Melahirkan Ibrahim –putra Rasulullah satu-satunya selain dari yang dilahirkan oleh Khadijjah ra. Wafat lima tahun setelah wafatnya Rasulullah.
10. MARYAM AL-BATHUL
Maryam anak dari Khannah binti Faqudz dan Imran bin Matsan –seorang alim Bani Israil- dia telah dinadzarkan ibunya untuk diserahkan ke Baitul Maqdis. Ketika lahir ayahnya sudah meninggal dan Maryam dipeliharay oleh Zakariya bin Bardhiya –suami bibinya- dan Maryam dibangunkan kamar khusus untuknya di dalam rumah ibadat, kemudian tugas Zakariya dilanjutkan Yusuf an-Najjar –seorang tukang kayu yang sholeh- sepupu Maryan sendiri. Kesabaran Maryam diuji Allah ketika dicaci kaumnya, sebab melahirkan anak Isa as –tanpa suami-, sampai akhirnya dengan kuasa Allah, Isa yang masih dalam buaian menjawab ejekan-ejekan itu, sehingga sadarlah kaumnya bahwa semua itu adalah mu’jizat Allah. Ketika Isa as, mendapat tantangan yang keras dari pendeta-pendeta Israil yang sesat, Maryam justru semakin berani mendukungnya. Maryam Al-‘Adzra Al-Bathul, wafat setelah enam tahun Isa as diangkat Allah ke langit.
11. MASIKAH AT-TA’IBAH
Sahaya Abdul bin Ubay bin Salul yang dipaksa tuannya menjadi pelacur. Setelah mengenal Islam, tidak mau lagi mengerjakan pekerjaannya yang lama, sehingga disiksa oleh Ibnu Salul. Akhirnya Masikah melarikan diri dari rumah bordil Ibnu Salul dan mengadu pada Rasulullah. Sehingga turun ayat Allah yang melindunginya.
12. RITGA AL-HAMQA
Rithah adalah seorang gadis dari bani Mahzum, usianya sudah lewat dari masa seorang gadis menikah, belum ada pemuda datang meminangnya. Tidak sedikit biaya telah dikeluarkan oleh ayah dan ibunya –qurban untu berhala atau pergi ke ahli nujum, hasilnya sia-sia. Sampai ayah dan ibunya sudah meninggal, barulah dia menikah dengan sepupunya, -Sukhr- yang kemudian terbukti hanya menginginkan kekayaan Rithah saja, dan akhirnya meninggalkan Rithah seorang diri. Sebagai pelampiasan kekecewaannya setiap hari Rithah mengupah gadis-gadis Mekkah untuk memintal benang, dan jika malam tiba, maka Rithah dipintal kuat tadi. Demikianlah pekerjaan Rithah setiap hari, sampai ajal menjemputnya.
13. SARAH ISTERI IBRAHIM AS
Wanita pertama pengikut da’wah Ibrahim as. Tubuhnya Allah pelihara dari jamahan Fir’aun si gelap mata. Dalam penantian panjang seorang cahaya mata, dia usulkan agar suaminya menikahi Hajar. Api cemburu tak terelakkan tatkala sang bayi yang dinanti justru dari rahim Hajar. Namun Allah selalu bersama orang-orang yang shabar, datnglah khabar gembira bahwa ia akan hamil dan melahirkan Ishaq. Bahkan Sarah dianugerahi dua Nabi (Ishaq dan Ya’kub) dari keturunannya.
14. SHOFURA, ISTERI MUSA AS
Anak orang shaleh di Madyan. Terpelihara kesuciannya dari ikhtilat (pencampuran antara lelaki dan wanita yang bukan mahram).
15. UMMI KALTSUM BIN UQBAH
Wanita beriman yang terperangkap di Makkah. Ditengah penjara lingkungan jahiliyyah, apalagi adanya perjanjian Hudaibiyyah yang semakin mengekang. Akan tetapi ia semakin yakin ketika membaca firman Allah. “karena sesungguhnya beserta kesukaran itu ada keringanan” . Dengan tekad yang bulat ia pun berangkat hijrah ke Madinah, saudaranya datang menjemput. Turunlah perintah Allah untuk tidak mengembalikanna kepada kaum kuffar.
16. UMMU KUJJAH
Mu’minat yang memberi semangat suaminya saat hamil tua. Suaminya syahid di Ubud, namun harta bagian suaminya tak diperolehnya. Akhirnya Allah memrintahkan untuk membagi Ummu Kujjah dan anak-anak sesuai peraturan Islam.
17. UMMU JAMIL, ISTERI ABU LAHAB
Ummu Jamil –yang buta sebelah matanya- selalu iri pada orang lain, kegemarannya mengadu domba, menghasut dan menyebar fitnah. Dia sangat membenci Rasulullah dan selalu merintangi da’wah beliau. Apalagi ketika turun surah Al’Lahab, Ummu Jamil langsung memaksa dua putranya untuk menceraikan isteri mereka, Ruqayyah dan Ummu Kaltsum, putri-putri Rasulullah. Ummu Jamil tiap hari menebarkan duri-duri di jalan yang biasa dilalui Rasulullah untuk menyakiti beliau, walaupun itu sia-sia saja. Akhirnya Ummu jamil menemuoi ajalnya di tengah jalan, ketika dia sedang menaburkan duri-duri seperti biasa, sebagai seburuk-buruk kematian.
18. UMMU MUSA
Ummu Musa sedang hamil tua ketika Fir’aun memerintahkan tentaranya untuk membunuh setiap bayi laki-laki dari Bani Israil. Ummu Musa selalu menghibur ibu-ibu yang kehilangan bayinya, dan menasehati mereka untuk tetap shabar. Ketiaka Musa lahir, Allah mewahyukan kepadanya untuk menghanyutkan Musa dalam keranjang di sungai Nil, sampai akhirnya diselamatkan oleh Asiah –isteri Fir’aun. Karena Musa tidak mau menyusu kepada wanita-wanita lain kecuali Ummu Musa, maka Asiah menyerahkan Musa kepadanya untuk dirawat. Keyakinan Ummu Musa akan jaminan Allah, membuatnya dapat merawat Musa kembali dengan aman.
19. WA’ILAH, ISTERI NABI LUTH AS
Karena tidak tahan godaan harta yang dijanjikan kaumnya yang sesat, isteri Luth as, menerima bujukan nenek tua, si penghasut. Wa’ilah selalu memberikan kabar kepa kaumnya –kaum Sodom yang melakukan homosex- kala suaminya kedatangan tamu yang tampan wajahnya. Imbalannya Wa’ilah menerima batangan emas dan perak dari merak. Berita juga dikabarkannya ketika Malaikat datang dengan rupa lelaki tampan, menyampaikan perintah Allah agar Luth as, mengungsi bersama keluarganya, karena ‘adzab Allah akan diturunkan pada saat Shubuh tiba. Akhirnya Wa’ilah –yang bukan lagi temasuk keluarga Luth as seban kekhiatannya- turut merasakan ‘adzab Allah yang menghancurkan kaum Sodom.
20. ZAINAB BINTI JAHSY
Putri paman Rasulullah, yang bercerai dengan Zaid bin Haritsah ra. Nama asalnya Barrah. Pernikahan dengan Rasulullah atas perintah Allah, sebagai hapusnya pengakuan anak angkat. Ummul mu’minim yang banyak bersedekah dari hasil ketrampilannya menyamak kulit dan membuat sutera. Menolak tunjangan yang pernah diberikan oleh Khalifah Umar bin Khattab.
21. ZULAIKHA, ISTERI AL’AZIZ
Zulaikha merasa tak bahagia tanpa memperoleh anak dari suaminya, walau kekayaan melimpah. Lalu jatuh cinta pada Yusuf as yang tampan, yang dianggap seolah anak sendiri oleh suaminya. Gagalnya Zulaikha merayu Yusuf as, berma’shiyat, kemudian menghasut suaminya memenjarakan Yusuf as. Hingga suatu ketika Raja Mesir memanggilnya untuk minta kesaksiannya tentang pribadi Yusuf as. Saat itu Zulaikha mengakui dengan jujur semua kesalahannya yang selama ini telah membebani jiwanya. Akhirnya dia menghabiskan sisa hidupnya dengan sedih dan merana karena ingatannya pada Yusuf as.
Semoga bermanfaat untuk kita semua... Amiiinnnn
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar